Lelaki di Balik Gerobak

Niat menjemput teman, sebelumnya sudah janjian mau ke pasar bareng. Sesampai di sana saya tidak dapat masuk ke halaman berhubung di dekat tong sampah, yang diletakkan di depan setiap rumah, ada gerobak yg menghalangi jalan masuk . Mobil saya parkir di pinggir jalan tepat depan jalan masuk  halaman rumah teman saya, sambil mengawasi dari balik setir si bapak yang sedang mengais tong sampah . Kulihat bagitu senangnya mendapat  banyak barang yang dia butuhkan disana, sambil melempar senyum kearah anak lelakinya  yang duduk dalam gerobak.

 Menyadari kedatangan saya, si bapak segera meminggirkan gerobaknya yang sudah hampir penuh dengan barang2 bekas yg dipungutnya,  agar tidak menghalangi jalan masuk. Terlihat kedua tangan  kurusnya namun kokoh, sigap memindahkan gerobak tua itu. Dengan senyum tulus ia mempersilahkan saya masuk. Kulambaikan tangan  memberi syarat agar ia meneruskan saja kesibukannya. Iya mengannguk sopan dan melanjutkan pencariannya di tong itu…Begitu selesai,  ia pamit lalu pergi.. Dari jauh terlihat senyum dan tawa silih berganti tersungging di bibir dan wajah ayah dan anak itu….

Yaa Allah, betapa ikhlasnya si bapak menjalani hidup ini, begitu tegarnya ia menatap hari-harinya walaupun harus berpindah dari tong sampah yang satu ke tong sampah lainnya. Nampak begitu ia mesyukuri barang2 bekas yang berbaur sampah kotor yang ia dapatkan.. Hatinya begitu lapang, walau dengan tubuh rapuh namun jiwanya tegar mengahadapi hidup ini….Mengais sampah mata pencahariannya, adalah “halal” baginya, dapat  membuatnya mensyukurinya, mampu membuatnya senyum dibalik gerobak tua itu

 Yaa Allah berikanlah selalu petunjuk dan pertolonganMu pada si bapak itu, tuntunlah ia selalu agar meraih kedamaian dunia dan akhirat kelak. Jadikanlah keturunannya sebagai manusia pengemban amanah di jalanMu yaa Allah, amien

 Terlintas pertanyaan dipikiran, apa yang sudah saya lakukan atas segala ujian, “lapang, sempit dan kemurahanNya”  padaku?…Yaa Allah semoga  kami amanah terhadap segala yang Engkau titipkan pada kami. Semoga kami keluar sebagai pemenang atas tiap ujian kesenangan, kesngsaraan, kebahagiaan dan kesedihan yang di gilirkan pada kami, amien

Semoga Ramadhan kali ini kita diberi kesanggupan, kemampuan dan kesempatan untuk berbagi, amien

Advertisements

67 Responses

  1. banyak tanda-tanda kebesaran Allah justru pada ‘orang kecil’ seperti bapak tua itu … selamat menjalankan ibadah puasa Mbak Rita, salam kenal dari saya 🙂

    Iya mas, sama-sama, waalaikumsalaam, makasih dah mampir mas 😀

  2. Cerita yang menyentuh sekali mbak Rita, jadi mengingatkan untuk lebih bersyukur atas semua RahmatNya. Amien. terimakasih

    Insyaallah mba, makasaih

  3. thank sharingnya sangat menyentuh hati

    Kembali mas, makasih udah mampir 😀
    Oya untuk sementara saya cuma bisa jalan2 ke blog mas (blog spot) blm bisa comen kebetulan koneksi ke bs error/sedang diprotect

  4. Amiin..
    smoga

    Insyaallah, amien

  5. duhhh ceritanya menyentuh deh mbak…..

    Iya melihatnya langsung lbh menggugah 😀

  6. Mari senantiasa melihat ke bawah, agar kita dapat senantiasa beryukur atas nikmatNya

    Iya bang Ivan, semoga kita termasuk orang2 yang pandai bersyukur, amien 😀

  7. Wah bun,…
    jadi hrZ banyak berSyukur, telah dilapangkan rezeki and kesehatan.
    Nice poSt bun,….

    Iya, bersyukur atas segala nikmat kemudahan dan kesuliatan karena semua itu adalah ujian yang akan meningkatkan derajat ketaqwaan kita bila bersabar dan amanah, amien

  8. mari contoh bapak itu untuk “mengais rejeki” dengan halal 🙂

    nice story Budhe…

    Iya, semoga kita termasuk orang2 yg mampu menjaga diri dan hati agar tidak aniaya terhadap orang lain dan juga terhadap diri sendiri, amien

  9. *terharu* ah sesak dada saya …

    Alhamdulillah, semoga kepekaan hat kita selalu terjaga, amien 🙂

  10. maksih mbak atas ceritanya,… selalu mengingatkan saya bahwa selalu bersyukur pada-Nya, atas segala yang telah dirajut dalam kehidupan ini,….
    met menjalankan ibadah puasa Mbak,….

    Kembali….Sama-sama mas Avartara, amien yaa Allah. Semoga puasa kita maksimal, amien 🙂

  11. apa kabar Mbak? rasanya sudah lama sekali tak berkunjung… semoga sehat…

    Baik banget mba, iyaa amien sehat… oya tuk sementara blom dapat ngomen di blog mba, gak tau, koneknya lagi error, kayaknya si diprotect. jadiny cuma bisa baca2 tuk sementara, thax 😀 aw. thx bgt yaa udah mampir

  12. nice story bu 😀

    Makasih BAng Epat 😀

  13. indah nian sahabat

    semoga kau diberikan rejeki melimpah
    dan kehendak tuk berbagi pun terarah )

    Makasih, Amien yaa Allah, Insyaallah, amien 😀

  14. btul bun, mank kita harus trus bersyukur …
    BTW, tmben g pake photo bun… lupa bawa kmera y…. hi5x…

    Gak tau lupa mau ngapa2in saat itu, padahal hp ada di tas…. gak tega aja Fan. Oya kayaknya tuw bapak bukan orang sekitar sini deh. Gak pernah tau beliau tinggal dimana

  15. kadang kita terlalu sombong untuk bersukur…. padahal banyaaaaaaaaak orang yang hidupnya jauh lebih sulit dari kita… hiks hks

    Iyaa Chanx, thax 😀

  16. semoga kesusahpayahan yg beliau alami di dunia ini dibalas dengan kesenangan tanpa batas oleh Allah di surgaNya kelak..

    semoga kita (dan saya khususnya) bisa lebih peka lagi mensyukuri apa yang telah Allah beri.

    Amien, amien yaa Allah. Iya mas, insyaallah kita semua 😀

  17. sampe terharu bacanya….
    kadang aku ngerasa hidupku masih kekurangan. tapi abis baca kisah si bapak itu jadi ingat kalo harus bersyukur ama apa yang udah ada.
    makasih udah “mengingatkan” melalui kisah ini (^_^)

    oh ya, aku bulan depan jadi pindah ke sorowako. ntar ketemuan ya 😉

    Sama-sama, semoga saya selalu menyadarinya 😀
    Iyaa, bulan depan kapan tepatnya? tanggal berapa? yaa ampuuun kopdar dwong kite yeee
    Terus, tempatnya di Malili?, bilang2 pas udah naik pesawat di makassar yaa biar aku samperin di airport….thx :D, ampe ketemu di sini yaa

  18. Saya kadang dihadapkan dengan kebingungan yang teramat dalem, apalagi kalau melihat anak jalanan yang sore hari selalu menengadahkan muka keatas jendela mobil dengan tangan menjulur minta sesuatu, di kasih duit nanti makin betah hidup di jalanan, bukan berarti nggak mau ngasih sih, cuman ya…saat nggak dikasih hati perih, saat di kasih hati perih juga.

    Waduh sama pakde, kalo gak ngasi, kebayang si anak itu kelaperan karna gak dapet duait buta beli makan… duhh serba salah yaa 😀

  19. Subhanallah
    Sebuah perenungan tentang sebuah arti dari ‘kesyukuran’

    Semoga kita dapat melatih diri untuk selalu pandai bersyukur, amien

  20. bahkan lelaki bergerobak itu bisa tertawa dengan tulusnya,

    Iya bang, Sebenarnya bahagia dapat diraih dengan memiliki keikhlasan, ikhlas menjalani hidup ini 😀

  21. ketulusan dan keindahan kadang lbh srng ditemukan di tempat kotor….sebaliknya kemunafikan sungguh bnyk ditemui di tmpt bersih dan ber-ac
    Lelaki di balik gerobak itu lewat mbak Rita menyadarkan kita, sbg hambaNya jgn prnh bersikap sombong dan sepele melihat org ln

    Iya bang, semoga kita bukan termasuk orang yang sombong. Semoga Allah selalu menghadirkan rasa ikhlas dalam diri kita, mensyukuri segala macam bentuk ujianNya, amin

  22. Saya sedikit heran kepada para penghuni beberapa komplek perumahan di lingkungan saya. Di depan komplek-komplek perumahan tertentu di pancangkan tulisan ” Pemulung dilarang masuk ke komplek ini”. Entah apa dasar hukumnya mereka melarang orang seperti itu di negara yang katanya berlandaskan hukum ini.

    Gitu ya Pak, gak bisa ngasi tanggepan apa2 pak, gak tau mau ngomong apa 😀

  23. subhanallah.. semoga keikhlasannya dibalas dengan ketulusan 😉

    Amien yaa Allah semoga keikhlasannya di bayar oleh Allah dengan Nikmat ampunan dan pahala yang sebaik2nya, amien

  24. saya sering melihat pemandangan seperti itu … bedanya saya gak sepeka mbak Rita … sepertinya mataku masih buta

    Wah saya juga belum segitu baiknya, kita sama2 masih perlu banyak latihan dan belajar mas:D

  25. Bu titip salam dari Bapak pendorong gerobak itu.. katanya
    terima kasih atas keikhlasan do’a yang kau panjatkan padaNya, bersama-sama pembaca blog di sini… 🙂

    waalaikumsalaam pak. nanti kalau ketemu lagi pak 😀

  26. Kebahagiaan letaknya di hati. Apapun yang kita miliki, apa pun yang diberikan Allah kepada kita, kalau kita bisa menerimanya dengan ikhlas, maka yang ada adalah rasa syukur dan bahagia menerimanya …. (sok bijak ni ye … 😀 )

    Iya bu, tergantung cara pandang kita terhadap diri dan yang dimiliki 😀

  27. pelajaran berharga dari si bapak.. 😀

    Iya Fanz 😀

  28. amienn..semoga kita selalu di berikan rejeki untuk bisa selalu berbagi..

    Amien yaa Allah 🙂

  29. Ironis gak, misalnya kita bilang kasihan, sementara kita masi mkn di tmpt francise2 mahal atau musti ngopi di mall

    bukan buat mbak rita si, cuma ada kan di antara kita yg begitu

    Mungkin boleh ya bang kita menikmati apa yang sudah dipercayakan oleh Allah pada kita namun sebelumnya tidak lupa berbagi minimal yg 2,5%nya karena itu bukan hak kita melainkan milik mereka yang dititpkan oleh Allah pada kita.

  30. di jakarta, juga banyak juga manusia gerobak mbak.. terutama saat-sat bulan puasa begiini. malam2 mrk tidur di dalam gerobak itu. kalau ada keluarganya, anak nya aja di dalam gerobak, dia dan istrinya/pasangannya di luar gelar tikar. yang aneh ternyata keluarga gerobak itu ada di setiap 5 -10 meter.. jaraknya teratur sekali…

    Iya mba, disini kelihatan lebih berbeda mungkin karena yg bolak2 kesini itu2juga.
    Cuma liat sikap dan ikhlasnya itu amat menggugah

  31. ketulusan dan keihklasan
    di manakah engkau berada
    sedangkan lelaki di balik gerobak itu
    telah bergegas pergi……..

    INi syair lagu ya bang 🙂

  32. memnag kita haru slebih banyak menucapkan kata bersyukur untuk semua yang sudah kita terima.

    Iya mba, banyak bersyukur dan ikhlas 😀

  33. Akan lebih dramatis jika sempat memfoto objek tulisan. Biasanya, bahasa tulis yang dipadu dengan bahasa gambar lebih menyentuh.

    Salam buat lelaki tersebut jika ketemu lagi.

    (Bang, aku sudah pernah beri komen pada tulisan ini, tapi kok ga muncul. Di moderasi atau kena spam. Ini aku coba lagi!)

    Tabik!

    Dari dulu ampe skarang nih blog punya Rita, perempuan tulen bang, ko’ bang Zul manggil abang sih? 😀
    Iya bang makasih banget usulnya, Thax, 😀 . Untuk spam, ntar ku cek 😀 Tabik juga bang

  34. amin. semoga diberi kemudahan untuk berbagi.

    Amien, Insyaallah

  35. Allahumma aamiin..

    yupz.. kita emang harus banyak belajar dari orang2 di sekitar kita. mereka menyadarkan kita… memberi kita banyak pelajaran… dan memberi kita motivasi untuk bangkit….

    Salam semangat…! ^_^

    Yaa bang, tentu, semangat 🙂

  36. subhanallah

    benarlah kata-kata ini ” kekayaan itu ada pada hati yang bersyukur”

    semoga bisa mengikuti jejak sang bapak dalam syukur menjalani hidup

    Amien, ikhlas terhadap apa yg ada bisa menimbulkan rasa syukur

  37. hal yang seperti ituh selalu membuat kita bersyukur. kita masih sangat2 jauh lebh mudah dalam menjalani kehidupan dari pada mereka..

    Iya, semoga kualitas iman kita bertambah seiring bertambah dewasanya kita amien 🙂

  38. saya jadi inget dengan petinggi kita yang berlumur lumpur itu. suatu ketika, dia dengan entengnya ngomong ke media: “Emang ada ya, rumah yang ngga ada AC-nya? pembantu saya saja pake AC. Itu kan murah. tinggal beli sama cina-cina itu…”

    kemiskinan tidak pernah menjadi bahan kebijakan pemerintah karena petingginya ya kaya gitu. ini cerita dari ring satu lho…

    Sepertinya dia cuma dapat melihat lewat jendelah pikirannya sendiri ya. DAri cara pandangnya saja belum dapat berbagi apalagi lainnya/em>

  39. ah… saya jadi harus segera bertindak untuk berbagi kepada yang ada disekitar kita 😀

    Amien, yaa Allah semoga kita semua diberi kemudahan, amien

  40. Belum nulis lagi ya mbak? ditunggu …

  41. gara2 lelaki di balik gerobak itu
    aku terinspirasi bikin syair lagu
    sprt yg mbak Rita sebut di atas

  42. hmmm sungguh miris,,, jarak pemisah antara si kaya dan si miskin di indonesia emang jauh,,,
    saat nya kita peduli

  43. Pelajaran yang bagus selalu tersaji di depan mata kalau kita jeli. Semoga kefakiran tak membawa mereka kepada kekafiran. Kita yang berkecukupan, semoga selalu pandai mensyukuri apa yang sudah dimiliki dan bersabar untuk yang belum teraih.
    Mari kita perbanyak belanja harta di jalan Allah.

    Tulisan yang menyentuh hati Bu Rita.
    Anda orang baik, sungguh orang baik. Semoga Allah selalu ridha dengan Ibu dan keluarga. Amin.

  44. orang sederhana seperti bapak dan anak itu adalah orang yang penuh ikhlas. tatkala mereka berdoa, tangan ditengadahkan secara terbuka, maka Tuhan akan meletakkan apa yang dibutuhkannya diatas tangan itu. dan apa yang dia miliki tetap terletak ditelapak tangan yang terbuka dihadapan Tuhan, dan Tuhan boleh mengambilnya kapan saja. belajarlah mencari kebahagiaan kepada orang-orang berhati ikhlas. (singgahi kita ya).

  45. kadang, hal-hal kecil membuat kita merasakan kebahagiaan
    dan kadang hal-hal kecil pula, terlewati begitu saja,
    padahal kalau melihat cerita mbak rita,..jadi terharu..
    semoga doa anda menginspirasikan orang lain untuk berbuat yang sama.
    nice artikel.

  46. Ritaaa…..hik…..hik……baru mudik sudah rindu kampung halaman lagi, apalagi kalo inget kappurung. Ta, hatimu itu baiiiik sekali……terima kasih untuk kerelaan hatimu ke kak Solha, Tuhan lah yang akan membalas semuanya. Membaca tulisanmu kali ini membuat hatiku mengharu biru, kalau ada yang perlu dibantu jangan lupa kontak ke aku ya Ta…….

  47. amien…….
    jarang sekali menemukan orang seperti itu.. di jaman saat ini

  48. *Terharu*

    Saya yakin bapak itu adalah orang yang sangat kaya !!!
    Pandai bersyukur, menikmati hidup dan ikhlas menjalani apa yang sudah di gariskan Allah padanya.
    Semoga menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua.

  49. Setiap manusia kan sudah mempunyai peran sendiri-sendiri. TInggal bagaimana kita memainkan peran itu sebaik-baiknya.

  50. Hai Bunda Rita, membaca tulisanmu dan mengamini do’amu, begitu me3ngusik kelenjar airmata ini, semakin ingin menyelami jiwamu makin dalm agar kutemukan banyak pelajaran dalam ketulusan Bunda Rita. 🙂 weleh Daffa suka berlagak yeaa?

    salam & selamat beribadah
    Daffa

  51. Bacanya sampai terharu nih…hiks

  52. Yah. setiap orang bisa menikmati hidupnya sendiri2. Pahit, manis, tawa, tangis, sewdih, gembira. Hanya Suara Qolbu yang bisa memaknainya.

  53. Betul….
    Pekerjaan yang Halal dan Ikhlas djalankan, niscaya akan membawa suatu kenikmatan tersendiri di hati, walaupun pekerjaan itu tergolong pekerjaan “RENDAHAN”…

    Karena saya pernah mengalami apa yang di alami “Lelaki didalam gerobak”

  54. subhanallah… lewat pakpemulung itu kita bisa belajar byk ya mbak ttg bersyukur… Thx postingannya mbak, met puasa jg, maaf lama ga berkunjung, biasalah, kejar setoran, hehe…

  55. melihat mereka yang hidupnya menarik-narik gerobak dan rumahnya nempel dibawah jembatan, sungguh karunia Tuhan jika mereka bisa hidup sehat dalam suasana kumuh.

  56. kadang miris juga liat hal-hal seperti itu ~_~

  57. Bersyukur adalah hal yang wajib dilakukan.

  58. Cerita yg menarik,semoga cerita ini bs membawa kita kembali ke jalan-Nya dan bs memetik pelajaran tentang arti sebenarnya dari sebuah kehidupan.

  59. oh ya mbak kalo misalkan kita berkata dalam hati seperti ini : ” untung saya gak kaya begitu” itu ucapan syukur dari dalam hati bukan ya 🙄

  60. Tulisan yang bagus sekali… :),
    banyak pesan yang bisa diambil

  61. hati orang siapa tau?

  62. pelajaran yg sangat bermakna..bearti kita g boleh mendongakkan kepala ke atas terus khan mba’..? Tetap bersyukur..!

  63. Bagus banget nih sharingnya.

  64. semoga kita menjadi bagian dari orang2 yang bersyukur

  65. missi, numpang lewat doang.
    kesian dah guwe.
    malem minggu malah blogwalking…
    bukannya walking walking ajah ama temen temen :((

    http://nyurian.wordpress.com
    :mrgreen:

  66. kunjungan perdana, salam kenal, saya udah baca artikel nya baet demi baet, yaa.. seperti adanya di fikiran saya dari dulu, jika kita tanya pada prinsip setiap orang maka kita akan mendapat beragam jawaban yang serba rumit, tidak sedikit yaa orang2 yang kehidupnya serba pas hatinya terbiasa ramah peduli, dan santun, tapi jika ternyata kelak sukses dan hidup serba berkecukupan ternyata sifat dan gaya nya bisa berubah angkuh tidak peduli dan sombong, tidak jauh2 di kampung saya banyak orang2 seperti itu, namun demikian orang kaya yang bijak juga banyak,
    yang jadi pertanya an saya, mungkin kan sese orang yang hidupnya serba memprihatinkan itu akibat pemalas di kala muda dulu,
    saya tidak tahu, pada dasarnya tiap2 insan jika mau bekerja keras dgn di sertai teori dan do’a kayaknya bukan mustahil jika pada akhirnya sukses, dan 1 lagi, kita harus bertempat tinggal yang lingkungannya mendukung dgn kondisi kita,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: