Tulus

Beberapa hari yang lalu saya terikut dalam antrian, beli bensin. Mulai ngantrinya pukul  5.30 petang. Setelah lewat 30 menit kendaraan di depan ko’ gak maju-maju juga. Penasaran, saya turun, terlihat  kalau POM-nya sedang diisi. Hmm.. kalau jam segini baru ngisi POM-nya jam berapa nih kendaraan yang berjejer di depan bergerak maju mendapat giliran ngisi, pikirku. Dengan lesu saya kembali ke dalam kendaraan. Mau pulang, kendaraan udah kejepit, nunggu sampai dapat bensin berarti sholat magrib lewat wuff…. Selagi hati saya sedang galau, terdengar bait-bait lagu ini : 

“Apakah kita semua

Benar-benar tulus Menyembahpada-Nya

Atau mungkin kita hanya

Takut pada neraka Dan inginkan surga….

Jika surga dan neraka tak pernah ada

Masihkah kau bersujud kepada-Nya

Jika surga dan neraka tak pernah ada

Masihkah kau menyebut nama-Nya “…….  

 tulus  tulus-12

 

Sesaat saya menyimak syair lagu yang di lantunkan oleh almarhum Chrisye .. Iya yaa rasanya selama ini kalau melakukan ibadah, Sholat misalnya, hanya sebatas karena rasa syukur atas kasih sayangNYa yang tak terhingga pada saya. Atau melakukannya sebatas karena itu adalah kewajiban. Yang namanya ”wajib”, pasti ada sangsinya bila melanggar atau tidak melaksanakannya. Benar, saya melaksanakannya hanya karena takut terkena sangsi. Amal ibadah saya hanya karena pamrih, karena ingin masuk  Surga….. Sujudku hanya sebatas karena bersyukur atas limpahan rahmatnya.  Kedekatanku hanya karena menginginkan Dia mewujudkan mimpi-mimpiku. MenyembahNya hanya karena ada ”maunya”.

Sesungguhnya Allah “berhak mendapatkan lebih, Allah patut disembah sepenuh hati dengan atau tanpa sangsi. Sembah sujud bukan hanya sekedar rasa syukur melainkan juga untuk meng-Agungkan namaNyaMendekatkan diri karena  kecintaan dan kerinduan akan pertemuan denganNya…   

Untuk kedepannya, Semoga amal ibadahku bukan sekedar hanya karena rasa syukur atau atau sekedar malaksanakan kewajiban melainkan juga karena kerinduan jiwa akan pertemuan dengannya, kerena rasa cinta yang melebihi cinta akan tahta duniawi, amien…

 

Teman-teman, bila ingin menambahkan, dengan senang hati, silahkan 😀

 

 

Advertisements

50 Responses

  1. PArtamax Kah?
    KArna Allah MAha Adil, maka syurga dan neraka itu ada, saya pernah bertanya dengan salah seorang ustad lulusan s2 mesir sana, katanya ketika ibadah kita karna syurga dan neraka, itu benar artinya kita beriman dengan seluruh janji Allah, memang ada beberapa syufi yang saking cintanya sama Alla dia tak perduli lagi sama keberadaan syurga atau neraka, tapi jangan berhenti unutk memohon syurga. karna itu bagian dari yang di suruh oleh Allah dalam Al-quran.

    Tepat sekali mas, (seperti tertulis diatas) yaitu ibadah menginginkan surga, syukur akan segala kasih sayang dan nikmatnya, ” kerinduan akan pertemuan dengannya, “rasa cinta yang melebihi cinta akan tahta duniawi”

  2. ibadah karena berharap pahala/bonus adalah ibadahnya seorang pedagang….
    ibadah karena takut siksaan adalah ibadahnya seorang budak….
    ibadah dengan ikhlas mengharapkan ridho Allah SWT adalah ibadahnya kandidat penghuni syurga….

    Indahnya kalau ke-tiganya terangkum jadi satu, Sehingga kita beroleh karcis VVIP sebagai bekal disana nanti, amien

  3. ngikutin mas pank aja deh mbakk..
    btw tuh anaknya ya..Alhamdulillah dah rajin sholat, wlo tahiyatnya sambil mesem2..he..

    Makasih udah silaturrahmi kesini. Oya mas maaf kalo aku blm bisa jalan2 ke villa mas, untuk sementara gak bisa masuk blogspot, makasih

  4. tulus,,kata yang mudah di ucapkan tetapi sulit untuk di lakukan 😦 semoga allah memudahkan hambanya ini untuk mencari dan meraih tulus amin

    Amien, semoga 😀

  5. Tulus menyembah Allah yang Tauhid, karena yang maha 1 itu sumber dari segala ilmu sebagaimana :

    1/2 + 1/(2^2) + 1/(2^3) + 1/(2^4) + … = 1.

    Maaf saya mengetahui definisi angka 1 itu dari alamat ini
    http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=3&t=43&start=10,
    yang menjadi tantangan buat visitornya untuk menjawab dari mana definisi itu berasal. Semoga bermanfaat.

    Makasih tas infonya mas, ntar aku ke sana yaa

  6. waw…. berat ya postingannya 🙂
    berbobot nih mbak hehehheee….
    tapi kerenzzzzz… TOP deh….
    tulus.. emmm.. emg susah euy.. tapi wajib diusahakan 🙂

    Iya mas insyaallah kita diberi kemudahan dalam men-upayakannya, amien

  7. yaaaaa……. eamang harus gitu ya mbak, punya postingan yang berbobot.
    http://kesunyianku.wordpress.com/2008/11/18/cerpen/

    salam kenal terusssss

    Makasih udah mampir mas, keep silaturrahmi yaa 😀

  8. ya mba ada surga dan neraka aja manusia banyak yang milih neraka afa lagi kalo ga ada surga, pasti masuk neraka semua…
    betul kan??
    nogmongya pingin surga..
    tapi kelakuannya …..bla-bla-bla-bla–
    \(^_*)/
    salam kenal dari http://siafa.co.cc.

    Iyaa betul, semoga kita tidak termasuk yaa, amien

  9. @Denaya Lesa,

    Saya pertama kali membaca definisi angka Tauhid itu dari blognya ariaturns.wordpress.com pada pembuktian 1+1=2. Hingga kini di sana juga ramai dibahas angka relegi yang diposting Bapak Rohedi Ketua ROHEDI LAboratory itu. Nah ketika saya visit ke blog ini dan membaca posting kak Denaya, tidak salahkan kalau saya ikut nimbrung paste in fatwa bosnya http://rohedi.com itu. Ini posting beliau, semoga bermanfaat bagi kita semua.

    rohedi Says:
    December 15, 2008 at 8:07 am

    Waduh kawan-kawan, debat terbuka antara saya dengan
    professor top di amerika yang difasilitasi MIT tentang peran tuhan dalam ide awal pengembangan matematika di stop. Padahal mereka yang nantang duluan.

    Ini detik detik penyetopan itu

    %%%%%
    rohedi // 12 December 2008 at 5:04 pm

    Oh yeah I forgot to itemize that

    1/2 + 1/(2^2) + 1/(2^3) + 1/(2^4) + … = 1 ,

    then

    2*( 1/2 + 1/(2^2) + 1/(2^3) + 1/(2^4) + … ) = 2*1 ,

    therefore

    2/2 + 2* ( 1/(2^2) + 1/(2^3) + 1/(2^4) + … ) = 2,

    As I said before, we will know other operations of the number such as division, and the most important that the division result for a number with the number itself is always equal to 1, or a/a=1.

    Mr.Masteranza, I think the explanation above does not contradict with what we teach students in primary schools. So, the next task please you discuss
    “how the concept of divinity plays into the basic math operations”.
    #

    masteranza // 13 December 2008 at 4:49 am

    rohedi:
    As long as I remember from set theory, proper definition for number one should be a set.
    about discuss:
    well… “divinity” is not the kind of thing which I work with and talk about, so I’ll have to stop here.
    #

    rohedi // 13 December 2008 at 4:48 pm

    You are really Mr.Masteranza, I also know the proof of
    1+1=2 from Principia Mathematica book authorized by Alfered Nort Whitehead and Bertrand Russell. But it must be remembered that the verification is only through a preposition in which the arithmetic addition has been defined. Whereas this forum would be explored the role of divinity in the initial process of development of mathematics. If the discussion is considered finished, no problem. Many thanks for you all give the opportunity me to contribute my thoughts.
    %%%%%

    Saya sangat lega karena walaupun secara tidak terang-terangan saya telah mensiarkan konsep matematika Islam kepada mereka, terutama dalam upaya menuju sang tauhid

    1/2 + 1/(2^2) + 1/(2^3) + 1/(2^4) + … = 1

    Coba perhatikan makna angka 1/2 yang tak lain mensiratkan proses pembiakan anak cucu Bapak Adam. Dan pesan fundamental dari barisan deret takhingga itu, bahwa Allah membedakan mahluknya satu sama lain dari derajad (pangkat) ketaqwaannya. Namun tetap saja kita manusia tetap tidak bakalan menyatu dengannya, karena untuk maksud itu diperlukan derajad tak hingga. Semoga posting ini menjadi “penebus salah khilaf kita” yang telah “ngerasani ESQ” walaupun kita semua sejatinya bermaksud baik. Karena kalaupun ada yang tidak sempurna dari ESQ, mereka telah berupaya menumbuhkan spiritual umat Islam di Indonesia. Tugas kita semua untuk meng”adzani” mereka semisal via blog smart bang Aria ini.

    Dan yang tak kalah leganya perasaan saya, mereka para professor Amerika itu sekarang telah mengenal SMT (Stable Modulation Technique) yang salah satunya telah melahirkan A New Planck formula for black-body radiation, yang mudah-mudahan bisa digunakan sebagai salah satu rujukan dalam penanganan Global Warming, seperti dalam statement saya yang juga dipost di sana.

    Makasin sudah mau berbagi mba, perlu waktu khusus buat memahami angka2 tsb diatas.. Tentu kita patut menghargai usaha dan upaya sesama selagi itu untuk kemaslahatan umat.

  10. Posting bs jadi pencerahan bagi saya, supaya lebih mendekatkan diri kepada sang khalik, selama ini saya merasa jauh dg sang pencipta

    Sama-sama mas, saya juga berharap dapat menjadi lebih baik, amien, 😀

  11. duh…. si mbak rita ini… bikin gw makin ngerasa jauh dari yang diatas aja… hehe… makasih pencerahannya mbak

    Kembali, Sama Chanx aku juga berharap dapat lebih baik dari hari2 sebelumnya 😀

  12. Surga dan neraka adalah urusan yang di atas, urusan kita sekarang adalah ibadah sebaik-baiknya dan setulus tulusnya.

    Iya semoga kita diberi kekuatan untuk menjalaninya, amien

  13. Semoga anugerah kedisplinan dalam beribadah dan keikhlasan selalu terpatri dalam diri kita. Jika tidak disiplin kita mudah mengacuhkan waktu ibadah dan jika tidak iklash kita tidak akan mendapatkan indahnya beribadah

    Amien, semoga, moga indahnya ibadah jadi milik kita 😀

  14. Jadi introspeksi diri dulu..

    Sama-sama mas 😀

  15. Menarik sekali sahabatku..

    Emang kadang susah memisahkan kita melakukan “karena sudah seharusnya kita lakukan” dan bukan karena “kewajiban harus melakukan atau karena kita “ada maunya dalam melakukan ritual tertentu atau ibadah..

    Hm.. saya melakukannya kenapa yaa..?

    Berfikir… terdiam…

    Sama-sama merenung..Akan selalu berusaha menjadi lebih baik walaupun berubahannya sedikit2 lama- jadi bukit khan mas

  16. Hmmm.
    Susah juga mengomentari tulisan ini.
    Menurut saya Sholat itu merupakan kewajiban dan tidk ada pengkecualian.
    Jadi menjalankannya– bukan karena rasa syukur saja, Tapi lebih dari pada itu.
    Soal, ganjaran atas sholat yg kita kerjakan.. itu jgn dipikirkan..
    Yg harus kita pikirkan sholat, kita udah sempurna atau belum. Dan sudah ikhlaskah kita mengerjakannya..
    Gitu deh…

    Ingin rasanya Melukan ibadah (sholat misalnya bukan sekedar memenuhi kewajiban melainkan juga adalah panggilan jiwa yang rindu akan pertemuan dnganNya, tulus karena kecintaan padaNya 😀

  17. Mungkin ada pesan dari Allah supaya kita kembali ke alam dan lebih melestarikan alam.
    Naik sepada dan jalan kaki!

    Iya masukan yang bagus mba, dari kita dan untuk kita jugaa 😀

  18. sayah mangsih mencoba untuk bener2 tulus….selamat tahun baru 1430 H
    moga diberi kemudahan dalam segala urusan……. 😀

    Sama-sama mas, selamat, makasih tas doanya 😀

  19. Hati yang tulus membuat jalan kita terasa ringan bagai kapas karena kita melakukan atas panggilan jiwa dan Allah SWT semata.. bukan karena yang lainnya..

    Link mbak Rita aku Add ke blog aku ya, dan udah kupasang, kalu mau liat intip disini : http://bujanglahat.wordpress.com/link-sahabat/

    Moga kita mrnjadi hamba yg tulus ikhlas menyembahNya 😀

  20. tulus …. ikhlas…..
    kalo tulus harus ikhlas…..kata siapa 🙂
    ehm…… karena tulus itu adanya disini sih ( hati ini)
    selalu Ikhlas kepadaNya dan mengharap RidloNya.
    kira2 begitu mbak 😆

    Iya mas tulus iklas tidak dapat diungkapkan dengan kata2 melainkan denga sikap perbuatan yang berasal dari nurani

  21. nafasku berkat dariNya

    Dia yang maha menghidupkan, sembah sujud hanya padaNya,,

  22. mba Rita, tulus itu boleh juga kan kita maksudkan

    ‘untuk hilang’ atau ‘untuk dihilangkan’

    ya, maksudnya yang sudah kita perbuat anggap saja kita tidak pernah melakukannya.
    supaya kita tidak perlu terlalu berhitung dengan itu.
    supaya kita tidak terlalu menganggap diri kita itu hebat.
    karena kalau dihitung, tetep aza kebaikan dari Tuhan yang akan surplus.
    karena kalau menganggap hebat, itu juga salah.

    maka, lakukan kebaikan dan lupakan.
    fokuskan untuk memproduksi kebaikan lainnya.

    Iya mas, melakukannya karena memang inigin melakukannya gak ada niat terselubung, tanpa hitungan dan tanpa terpengaruh dengan perasaan hati lainnya melainkan ikhlas…

  23. mba Rita, satu lagi
    kalau dalam bahasa sunda, tulus itu ‘jadi’
    misalnya:

    “bejakeun ka si kabayan, teu tulus kituh”

    *mode translate on: bilangin sama si kabayan, ga jadi deh*

    Hehehe… Iyaya kalo dibaca ma nenek ku yang di Cipanas (gak ngerti bahasa Indonesia pasti bingung dong) heheh.

  24. Assalamualaikum,,,my plendz Rita. Thanks ya dah mampir ke home kami, webblog nya keren bener nich.

    Waalaikumsalaam, Sama-sama mas, makasih…

  25. semoga saya juga tambah imannya..
    aminn…

    Amien, sama-sama mas, saya juga sedang belajar

  26. Akemashite omedetou gozaimasu.

    Yoi otoshi o omukae kudasai.

    maksudnya: met tahun baru, semoga tahun baruanya

    menyenangkan 🙂

    Dou itashimashite, = sama-sama, terima kasih
    (nyopot di blog mba Ayu 😀 )

  27. Semoga Allah memudahkan kita untuk terus menjaga ketulusan hati ya mba…

    karna terkadang tetep aja msh naik turun

    Iya mba, bener keimanan seseorang pasti mengalami pasang surut adalah manisiawi semoga kita memiliki kontrol yang akan membimbing dan mengembalikan kita pada saat akan meleset dari garis sepatutnya

  28. semoga saya bisa menjadi orang yg tulus dalam melaksanakan ibadah…amin

    Sama-sama mas, amien

  29. kalo tulus…pekerjaan akan ringan

    Iya mas dengan perasaan tulus semua akan menjadi mudah dan ringan 😀

  30. Papaun yang dialkukan dengan keadaan terpaksa, nilainya jadi nggak bagus, tapi urusan ibadah, tetep harus di paksakan. mau nggak mau karena tugas kita di muka bumi ini kan untuk beribadah.
    Postingan yang mengingatkan nih!

    Iya mas paling dasar “tetap harus dipaksakan” lama kelamaan akan menjadi terbiasa dan akhirnya akan sampai pada tahap butuh, dengan begitu akan muncul bersamaan akan rasa senang tulus dan ikhlas, tiada lagi paksaan melainkan rasa cinta yang “melebihi” sekedar rasa “kewajiban”

  31. sebuah postingan yang mencerahkan…

    semoga di tahun ini kita jadi semakin dekat cahaya illahiyah..

    amiiin…

    Amien.. semoga mas, selalu ada kesempatan selagi ruh masih bersemayan dalam tubuh…

  32. Tulus beribadah karena cinta kepada Allah … alangkah indahnya. Sayangnya, dalam realita sebagian orang bahkan enggan beribadah, padahal tahu dengan pasti bahwa meninggalkan ibadah wajib hukumnya dosa ….

    Iya bu, saya, masih perlu banyak belajar untuk menjadi lebih baik
    semoga niat belajar untuk menjadi lebih baik selalu terjaga, amien

  33. tuluskah hatimu… 😀

    Insyaallha akan selalu belajar untuk itu

  34. Untuk sekedar bersyukur pun ibadah saya belum layak lho…, apalagi lebih dari itu, Mba…

    Sama-sama mas, kita sama masih belajar untuk jadi lebih baik selagi masih ada waktu, insyaallah

  35. duh. terima kasih atas jeweran artikel ini Mbak. Kiranya saya bisa introspeksi seusai membaca arikrl ini…suwun atas pencerahannya tentang nilai ibadah.
    salam hormat dr semarang

    sama-sama mas, kita sama2 belajar untuk menjadi lebih baik :

  36. tulus dunk..:)

    Amien.. 😀

  37. Saya tidak bisa menambahkan apa-apa mbak..,cuma ingin mengucapkan “Selamat Menyongsong Tahun Baru 2009”,semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin,Amin!;-)

    Makasih mas, sempoga tahun ini lebih cerah dan lebih indah dari tahun2 kemaren, amien 😀

  38. Happy New Year 2009… 🙂

    Semoga tahun ini lebih baik dari tahun2 kemaren, amien

  39. Ikhlas ikhlas ikhlas saudara semua

    Semoga kita termasuk orang2 yang tulus iklas menyembahnya, amien

  40. Tulus dan ikhlas merupakan sifat yang paling disenangi oleh Allah swt. namun sayangnya kedua sifat itu seakan sudah langka saat ini. salam

    Iya, masih ada waktu untuk berusaha memilikinya selama ruh masih bersemayam di jasad ini..

  41. Subkhanalloh….
    Sebuah ketulusan memang tanpa pamrih dan embel-embel apapun,perlu kita sadari bahwa jin dan manusia tercipta untuk menyembah Allah,kalau saya mungkin berpandangan lain karena bagi saya pribadi beribadah adalah takdir manusia dengan harapan selalu bersama Allah di manapun kita berada baik di dunia maupun di akhirat,bukankah Allah selalu dekat dekat dengan kita.

  42. Subkhanalloh….
    Sebuah ketulusan memang tanpa pamrih dan embel-embel apapun,perlu kita sadari bahwa jin dan manusia tercipta untuk beribadah kepada Allah,kalau saya mungkin berpandangan lain karena bagi saya pribadi beribadah adalah takdir manusia dengan harapan selalu bersama Allah di manapun kita berada baik di dunia maupun di akhirat,bukankah Allah selalu dekat dekat dengan kita?
    Salam kenal dari SanG BaYAnG.

    Subhaanallah, tidak semua orang bisa seperti itu mas…
    tapi akan selalu di upayakan…. agar tidak justru menghindariNya yang dengan kasih sayangNya selalu manjaga kita…

  43. kadang kita lupa akan janji kita waktu kita masih di dalam rahim ibu kita

    Iya saya juga termasuk mas…..

  44. Salam kenal
    hidup hanya sementara di dunia..
    perkaya iman dan pahala..
    supaya tentram dan dekat dengan-Nya

    Waalaikumsalaam
    Iya doker, maunya sih dengan usia yang tersisa bisa berbuat baik, memperbaiki kadar ke-imanan, lebih mendekatkan diri padaNya… namun selalu saja kita terhalang oleh kesibukan dunia (untuk saya pribadi)…..

  45. bukan sekedar kewajiban,

    kebutuhan

    Iyaa mas itu dia yang dimaksud, thax

  46. Angka-angka di atas…Saya harus Baca berulang-ulang, uh..! Tapi Postingannya keren..Keep share

    Sama om gw jugaa.. makasih.. 😀

  47. jadi terharu…

    Makasih mas, thax udah mampir yaa

  48. tulus tanpa syarat

  49. Ulil Albab Fadhlillah…. anakku sedang belajar sholat.

  50. kalo saya selalu berprinsip menjalankan takwa itu karena kebutuhan, kebutuhan akan naungannya…kebutuhan akan keridhoannya…mdh2n kt selalu berada dijalan yang diridhoi Allah..amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: