Jangan ada Air Mata!!

 Kamis 5 Februari 2009, akhirnya saya benar – benar berpisah dengan beliau setelah suami beliau pak Imran Pabicara, memasuki akhir masa kontrak kerjanya dengan PT. INCO. Pak Imran Pabicara, suami ibu Indah sebelumnya adalah karyawan tetap PT. INCO yg sudah memasuki purna bakti  lima tahun yg lalu.

Ibu Indah Pabicara adalah Guru, Pembimbing, sekaligus Pelindung bagi saya. Ingat ketika baru menginjakkan kaki di bumi Sorowako, yang kata orang “ Luxury in the jungle”, Sembilan tahun  lalu, ketika saya diminta menjabat sebagai sekretaris Sorowako Women’s League (SWL). Saya yang belum tahu apa-apa, maklum pendatang baru, diminta oleh presiden SWL menjadi pengurus padahal waktu itu belum tahu SWL itu apa, kegiatannya apa saja dan apa tujuan organisasi itu.

Sembilan tahun silam, di acara gathering together, saya melihat seorang ibu yang “gaya” dan cantik banget dengan gaun pink-nya,dandanan rambut panjang bergelombang. Perlahan saya menghampiri beliau dan berkata, “bu, ibu kayak Maria Marcedes” (maklum saat itu telenovela Maria Marcedes lagi buming). Beliau tertawa, menyalami saya dan balik bertanya, “adek baru yaa” (dengan wajah ramah dan senyuman manis, beliau terlihat cantik sekali waktu itu). Mulai saat itu saya kenal beliau dan ternyata beliau juga adalah mantan Presiden SWL, IKI , organisasi besar yg ada di Sorowako. 

SWL adalah organisasi kedua tertua setelah Ikatan Keluarga INCO (IKI). Pengurusnya adalah campuran antara expat dan pribumi. SWL biasanya punya dua Presiden yaitu mewakili expat dan pribumi. Tujuan didirikan organisasi ini adalah usaha untuk menyatukan, membina kekeluargaan, kebersamaan antara expat dan pribumi. Untung ada bu Indah yang selalu bersedia saya repotin, nanya ini-itu, minta pandangannya, sesekali tempat curhat bila ada masalah, alhamdulillah selalu menemukan penyelesaian setelah konsultasi pada beliau. Bagi saya beliau itu sosok yg keibuan, siap dan rela berbagi apa saja demi kebersamaan, menimba “sesuatu” yg manfaat bagi wanita2 di Sorowako. Banyak yang diwariskan beliau pada ibu-ibu di Sorowako. Misalnya  Dance (Standard Dance = Waltz, Foxtrot, Tango dst, Latin Dance =chacha, Rumba, Samba, Jive dst, American Dance). Untuk Olah raga beliau sebagai ketua Tennis Sorowako (untuk Ladies), Jago berbagai permainan seperti Scrabble (kalo yang ini teman2 expat jadi gentar hehe), Binggo, Horse shoe dan banyak lagi gak habis disebutin satu2, pokoknya beliau multi talenta .. 

Ibu Indah (kiri)  mengenakan Songket Palembang, kenang-kenangan dari warga Salonsa

Ibu Indah (kiri) mengenakan Songket Palembang, kenang-kenangan dari warga Salonsa

 

Bu Indah bersama class fifty years

Bu Indah bersama class fifty years

SWL committee

SWL committee

Kak Indah, walaupun sedih, seperti permintaan kakak, tak satupun dari kita yg menampakkan air mata

(di depan kak Indah hehe). Maaf pagi itu tidak dapat mengantar kakak ke airport…… Oya bu Indah akan menetap di Yogya. Bagi teman teman yang butuh kos-kosan, (deket UII) Cattleya Homestay, km 13 Sleman, DIY, (milik bu Indah), bisa jadi pilihan.         

Dimana ada  pertemuan di situ awal perpisahan. Selamat jalan bu Indah, sampai bertemu lagi.